Hari Obesitas Sedunia 2026: Nutrifood Ajak Masyarakat Lebih Cermat Memilih Pangan Olahan

Halo NutriFriends! Tahukah kamu bahwa pilihan makanan yang kita konsumsi setiap hari dapat memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang? Bertepatan dengan Hari Obesitas Sedunia 2026, Nutrifood bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar kegiatan media briefing pada Selasa, 3 Maret 2026 di Bunga Rampai Restaurant, Menteng, Jakarta Pusat, untuk mengajak masyarakat lebih cermat dalam memilih pangan olahan sebagai bagian dari upaya mencegah obesitas.

Obesitas menjadi salah satu tantangan kesehatan yang terus meningkat di Indonesia. Data menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada penduduk berusia ≥18 tahun meningkat dari 21,8% pada tahun 2018 menjadi 23,4% pada tahun 2023. Kondisi ini berkaitan dengan konsumsi kalori berlebih dalam jangka panjang yang berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari, termasuk pangan olahan maupun siap saji.

Melalui kegiatan ini, Nutrifood juga kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat melalui kampanye edukatif #BatasiGGL, yang telah dijalankan bersama Kementerian Kesehatan sejak tahun 2013. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) sekaligus membiasakan diri membaca informasi nilai gizi pada label kemasan.

Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memperhatikan pola makan seimbang, mengatur porsi konsumsi, serta menghindari asupan kalori berlebih.

Ia juga menambahkan bahwa di tengah gaya hidup modern, konsumsi pangan olahan memang tidak dapat dihindari. Namun dengan memahami informasi nilai gizi dan komposisi pada kemasan, masyarakat dapat memilih pangan secara lebih bijak sehingga tetap membantu mengurangi risiko obesitas.

Dari sisi industri, Head of Strategic Marketing Nutrifood, Susana S.T.P., M.Sc., PD.Eng menekankan pentingnya literasi gizi bagi masyarakat. Konsumen perlu memperhatikan informasi pada label kemasan seperti takaran saji, energi total, persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG), serta komposisi bahan. Dengan memahami informasi tersebut, masyarakat dapat mengontrol asupan gula, garam, dan lemak sesuai kebutuhan hariannya.

Direktur SEAFAST Center IPB, Dr. Puspo Edi Giriwono, STP., Magr., turut menjelaskan bahwa teknologi pangan modern dirancang untuk memastikan keamanan dan kualitas produk, memperpanjang masa simpan, serta memudahkan konsumsi. Tantangannya adalah bagaimana masyarakat dapat memahami proses pengolahan pangan, bahan yang digunakan, serta informasi yang tertera pada kemasan.

Menurutnya, edukasi publik menjadi kunci penting agar masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam memilih pangan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat tetap mengonsumsi pangan olahan secara bertanggung jawab sekaligus berperan dalam upaya pencegahan obesitas.

Sebagai produsen makanan dan minuman kesehatan, Nutrifood juga terus mendukung upaya pencegahan obesitas di Indonesia melalui berbagai inisiatif, mulai dari inovasi produk, program edukasi literasi gizi, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak. Melalui kampanye #BatasiGGL, Nutrifood berharap masyarakat semakin sadar untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

NutriFriends, ayo mulai dari langkah sederhana seperti membaca label kemasan sebelum membeli pangan olahan. Dengan begitu, kita bisa lebih bijak mengelola asupan gula, garam, dan lemak setiap hari.


Copyright © 2026. All rights reserved. Terms of Use | Privacy Policy