Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa jumlah penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) semakin bertambah setiap tahunnya. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terbaru di tahun 2018 menemukan bahwa prevalensi berbagai PTM seperti stroke, diabetes, dan hipertensi teramati lebih tinggi dibandingkan tahun 2013 lalu. Data dari World Health Organization (WHO) telah mengemukakan bahwa penyakit jantung serta diabetes, merupakan penyebab kematian utama dan terbesar di Indonesia, bahkan lebih tinggi dibandingkan HIV dan tuberkulosis. International Diabetes Federation (IDF) juga mencanangkan Indonesia sebagai negara ke-6 di Dunia dengan penderita diabetes terbanyak di tahun 2017.

Riskesdas tahun 2018 mencantumkan bahwa naiknya prevalensi PTM erat kaitannya dengan perubahan gaya hidup. Komponen-komponen hidup yang kurang sehat, seperti kurangnya berolahraga, konsumsi sayur dan buah yang tidak mencukupi, hingga merokok, semakin marak dilakukan masyarakat. PTM juga erat kaitannya dengan obesitas, dan angka orang-orang yang menderita obesitas di Indonesia diperkirakan berjumlah satu dari lima orang. Demi menjaga penduduk Indonesia agar tetap sehat dan produktif, berbagai pendekatan mulai dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI, termasuk anjuran untuk membatasi asupan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) setiap harinya.

Nutrifood telah sejak lama berpartisipasi aktif terhadap inisiatif pembatasan GGL. Namun, Nutrifood percaya bahwa intervensi yang tepat sasaran tidak hanya melibatkan pemerintah dan perusahaan, tetapi juga para akademisi. Karena itu, melalui ajang Nutrifood Research Center (NRC) Grant 2019 yang bertemakan “Membangun Indonesia yang Lebih Sehat melalui Penelitian Terkait Pembatasan Konsumsi Gula, Garam dan Lemak”, Nutrifood mengundang para akademisi dari berbagai disiplin ilmu untuk berkontribusi, hingga terbentuknya inisiatif-inisiatif yang tepat sasaran dan bersifat holistik untuk membantu pembatasan GGL pada masyarakat Indonesia. Pada akhirnya, Nutrifood berharap bahwa hasil-hasil peneliitian tersebut dapat bermuara pada penurunan angka prevalensi PTM serta makin sehatnya warga negara Indonesia.